Discover insight through our challenging cases.

Keadaan Memaksa dari Sudut Pandang Kitab Undang-undang Hukum Perdata

“Di Indonesia, keadaan memaksa diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUHPer”). Akan tetapi, KUHPer tidak memuat ketentuan umum mengenai keadaan memaksa, seperti definisi atau ruang lingkupnya.”

Keadaan memaksa, atau ‘force majeure’ dalam Bahasa Inggris, didefinisikan dalam kamus hukum Merriam-Webster (1996) sebagai suatu paksaan besar atau paksaan yang tidak dapat diatasi, atau suatu kejadian (seperti perang, mogok buruh, atau cuaca ekstrim) atau suatu akibat yang tidak dapat diantisipasi atau dikendalikan. Dalam definisi yang sama, keadaan memaksa juga disamakan dengan istilah-istilah ‘kejadian yang tidak disengaja’, ‘takdir Tuhan’, dan ‘kecelakaan yang tidak dapat terhindarkan’. Di Indonesia, keadaan memaksa diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUHPer”). Akan tetapi, KUHPer tidak memuat ketentuan umum mengenai keadaan memaksa, seperti definisi atau ruang lingkupnya.

Secara kodrati, keadaan memaksa memiliki hubungan erat dengan ketentuan ganti rugi. Menurut Pasal 1243 KUHPer, debitur yang tidak memenuhi kewajibannya (wanprestasi) wajib mengganti biaya dan kerugian yang diderita oleh kreditur. Akan tetapi, Pasal 1244 dan 1245 KUHPer menyatakan bahwa debitur tersebut dapat dilepaskan dari kewajiban mengganti biaya dan kerugian apabila wanprestasi tersebut disebabkan oleh keadaan memaksa. Menyimpulkan dari pasal-pasal di atas, KUHPer secara tidak langsung mendefinisikan keadaan memaksa sebagai kejadian yang tidak terduga, yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada debitur.

Selanjutnya, KUHPer mengatur mengenai risiko dan akibat dari keadaan memaksa berdasarkan pada jenis-jenis perjanjian tertentu yang melandasinya. Pengaturan tersebut dijelaskan dalam tabel berikut:

Penulis: Yohana Veronica Tanjung

Gaffar & Co. adalah Kantor Hukum Boutique Indonesia yang terfokus pada bidang Hukum Bisnis, termasuk Penyelesaian Sengketa dan Investasi.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami:
+ 62 21 5080 6536 | info@gaffarcolaw.com | www.gaffarcolaw.com

Share on linkedin
LinkedIn