Discover insight through our challenging cases.

Hal-Hal Penting dalam Utang Luar Negeri yang Harus Anda Ketahui

Utang luar negeri adalah salah satu sumber pembiayaan ekonomi domestik, perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan non-bank untuk memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional dan tidak menyebabkan gangguan pada stabilitas ekonomi makro.

I.Definisi Utang Luar Negeri:
Utang luar negeri, yang selanjutnya disebut ULN, adalah hutang populasi kepada bukan penduduk dalam mata uang asing dan/ atau Rupiah, termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

II.Kategori Utang Luar Negeri:
a.Utang dalam Rupiah atau mata uang asing dari bukan penduduk berdasarkan perjanjian utang;

b.surat berharga baik dalam mata uang Rupiah dan mata uang asing yang diterbitkan di pasar keuangan internasional;

c.surat berharga baik dalam mata uang Rupiah dan mata uang asing yang dijual bebas (Over the Counter/OTC) kepada Bukan Penduduk;

d.surat berharga dalam mata uang asing yang diterbitkan di pasar keuangan domestik;

e.surat berharga dalam mata uang asing yang dijual OTC ke penduduk;

f.Pasiva dalam bentuk giro, deposito berjangka, tabungan, call money, dan pasiva lainnya kepada bukan penduduk dalam mata uang Rupiah dan valuta asing;

g.bentuk pasiva dan surat berharga sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai huruf f berdasarkan prinsip syariah.

Batasan ULN
a. Rasio Lindung Nilai:
Korporasi Non-Bank yang memegang Utang Luar Negri diharuskan untuk memenuhi Rasio Lindung Nilai minimum tertentu dengan melakukan transaksi Lindung Nilai Mata Uang Asing terhadap Rupiah.
Rasio Lindung Nilai Minimum 25% (dua puluh lima persen) dari a) perbedaan negatif antara Aset Mata Uang Asing dan Pasiva Mata Uang Asing, yang akan mencapai 3 (tiga) bulan dari akhir kuartal; dan b) perbedaan negatif antara Aset Mata Uang Asing dan Pasiva Mata Uang Asing, yang akan lebih dari 3 (tiga) bulan hingga 6 (enam) bulan ke depan dari akhir kuartal.

b. Korporasi Non-Bank yang memiliki ULN di Valuta Asing harus memenuhi Rasio Likuiditas minimum tertentu dengan menyediakan Aset Mata Uang Asing yang memadai terhadap Kewajiban Mata Uang Asing yang akan jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan ke depan sejak akhir kuartal. Rasio likuiditas minimum adalah setidaknya 70% (tujuh puluh persen).

c. Peringkat Kredit: Korporasi Bukan Bank yang melakukan utang luar negeri dalam mata uang asing harus memenuhi Peringkat Utang minimum setara dengan BB- yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat yang diakui oleh Bank Indonesia.

Kewajiban untuk Debitur Pinjaman Luar Negeri:
1.Penarikan mata uang asing apa pun (“DULN”) harus diterima oleh Debitur ULN melalui Bank Devisa;

2.Tanda terima DULN sebagaimana dimaksud pada angka 1 harus dilaporkan oleh Debitur ULN kepada Bank Indonesia;

3.Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam angka 1 berlaku untuk DULN dalam bentuk dana yang berasal dari:
a.Utang luar negeri berdasarkan perjanjian pinjaman dalam bentuk tak berulang;
b.Utang luar negeri berdasarkan surat utang.

4.Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam angka 3 juga termasuk DULN yang berasal dari perbedaan antara nilai utang luar negeri baru dan tujuan pembiayaan ulang, terhadap nilai utang luar negeri lama;

5.Utang luar negeri yang baru sebagaimana dimaksud dalam angka 4 termasuk utang luar negeri berdasarkan perjanjian pinjaman dan surat utang;

6.Utang luar negeri lama sebagaimana dimaksud dalam angka 4 termasuk utang luar negeri berdasarkan perjanjian pinjaman, surat utang, dan Kredit perdagangan dalam bentuk barang;

7.Nilai setiap tanda terima DULN harus sama dengan nilai setiap penarikan ULN;

8.Nilai akumulasi penerimaan DULN harus sama dengan nilai komitmen ULN;

9.Nilai utang luar negeri sebagaimana dimaksud dalam angka 8 adalah dalam bentuk utang luar negeri yang tercantum dalam dokumen perjanjian pinjaman atau nominal yang tercantum dalam surat utang.

Gaffar & Co.

Gaffar & Co. is an Indonesian Boutique Law Firm that Focus on Commercial Law Area (Corporate, Capital Market and Commercial Dispute Resolution).

For further queries and information, contact us:
+62-21 5080 6536 | info@gaffarcolaw.com | www.gaffarcolaw.com

Author: Belle Risca Junia / Arif Gaffar

Share on linkedin
LinkedIn